Integration of Anti-Corruption Education (PAK) In Islamic Religious Education (PAI) With Neuroscience Approach (Multi-Case Study in Brain Friendly PAUD: I Sleman Kindergarten Yogyakarta)

Suyadi Suyadi

Abstract


Islamic Religious Education (PAI) is not sufficient for cultivating anti-corruption character. As a result, future generations at risk of experiencing brain disorders which are considered normal but unhealthy. This study aims to integrate PAI and Anti-Corruption Education (PAK) with neuroscience approach in PAUD. This research used a qualitative approach in the form of field research in brain-friendly PAUD, i.e.1 Sleman Kindergarten Yogyakarta. Data collection technique was done by observation, interview, and documentation. Data analysis was done in descriptive, interpretative, and comparative. The research indicates that the application of PAK in I Sleman Kindergarten is by following findings National Learning Movement of I'm an Honest Kid (Gernas Manjur), while PAI is implemented thematically and scientifically, but it is not yet integrated. This research integrates PAK and PAI by extending the forms of corruption into Gernas Manjur and deepening the themes of PAI learning based on neuroscience learning theory.

[Pendidikan Agama Islam (PAI) ternyata belum cukup untuk menumbuhkan karakter antikorupsi. Akibatnya, generasi bangsa di masa depan beresiko mengalami ganguan otak yang hanya normal tetapi tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengintegrasikan PAI dan Pendidkan Anti Korupsi (PAK) dengan pendektan neurosains pada jenang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitif dalam bentuk penelitian lapangan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ramah otak, yakni TK N 1 Sleman Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, interpretatif dan komparatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan PAK di TK N I Sleman dilaksanakan dengan mengikuti Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur (Gernas Manjur), sedangkan PAI dilaksanakan secara tematik dan saintifik namun keduanya belum terintegrasi. Penelitian ini mengintegrasikan PAK dan PAI dengan cara memperluas bentuk-bentuk korupsi ke dalam Gernas Manjur dan memperdalam tema-tema pembelajaran PAI berdasar teori pembelajaran neurosins.]


Keywords


Islamic education, anti-corruption, neuroscience, and early childhood [Pedidikan Islam, anti korupsi, neurosains, dan anak usia dini]

Full Text:

PDF

References


Abramov, R. A., & Russian, P. (2017). Evaluation of The Effeciveness of Russian Anti-Corruption State Policy in The Fieldof Education. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 20(1), 1–10.

Alim, M. W. dan H. (Ed.). (2017). Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi. Jakarta: Lakpesdam-PBNU.

Anwar, S. (2006). Fikih Anti Korupsi Perspektif Ulama Muhammadiyah. Jakarta: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dahlia, S. dan. (2014). Implementasi dan Inovasi kurikulum PAUD 2013. Bandung: Rosda Karya.

David A. Sousa. (2012). Bagaimana Otak Belajar Edisi Keempat. Jakarta: Indeks. Retrieved from http://www.indeks-penerbit.com/index.php?route=product/product&product_id=444

Dirjen PAUD. (2015). PAUD Berbasis Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kemendikbud.

Fabre, G. (2017). XXI Jinping’s Challenge: What Is Behind China’s Anti-Corruption Campaign? Journal of Self-Governance and Management Economics, 5(May 2016), 7–28.

Feni Qoriroh, M. M. K. S. (2016). Partisipasi Aktivis Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dalam Upaya Pendidikan Antikorupsi di Surabaya. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 3(4), 1279–1291.

Fitra, M. (2015). Pendidikan Anti Korupsi melalui Kehadiran Arsitektur. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 4(2), 19–22.

Flavier, H., Chikireva, I., & Ivanova, K. (2017). Disciplinary responsibility’s application to the local government employees violating the anti-corruption legislation in the russian federation, europe and the united states of america. Brics Law Journal, IV(4), 116–144. https://doi.org/10.21684/2412-2343-2017-4-4-116-144

Foundation, V., & Rubio, M. (2008). Mirror Neurons , Theory of Mind and Corruption (pp. 1–2). https://doi.org/10.2139/ssrn.1341355

George S. Morrison. (2012). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: Indeks.

Greene, J., & Cohen, J. (2004). For the law , neuroscience changes nothing and everything. In The Royal Society (pp. 1775–1785). https://doi.org/10.1098/rstb.2004.1546

Hakim, L. (2012). Model Integrasi Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Pendidikan Islam. Taklim, 10(2), 141–156. Retrieved from http://jurnal.upi.edu/taklim/view/2270/MODEL INTEGRASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM

Harmanto. (2012). Pendidikan Anti Korupsi Melalui Budaya Sekolah Berbasis Nilai-Nilai Keislaman. Islamica, 7(1), 101–122.

Harto, K. (2014). Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Agama. Iurnal Intizar, Vol. 20, No. 1, 2014, 20(1), 121–138.

Himpaudi. (2016). Jukni Gernas Manjur (Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur). Jakarta: Himpaudi.

Ikrar, T. (2016). Ilmu Neurosains Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

ITB, T. T. I. salman. (2014). Tafsir Salman: Tafsir Ilmiah Juz’amma. Bandung: Mizan dan YPM Salman ITB.

Karsona, A. M. (211AD). Pengertian Korupsi. In Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi (p. 23). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Köbis, N. C., Prooijen, J. Van, Righetti, F., Lange, P. A. M. Van, Watkins, H. M., Gawthorpe, S., & Odenkirchen, J. J. (2016). Prospection in Individual and Interpersonal Corruption Dilemmas (Vol. 20, pp. 71–85).

Kong, D. T. (2017). An economic – genetic theory of corporate corruption across cultures : An interactive effect of wealth and the 5HTTLPR-SS / SL frequency on corporate corruption mediated by cultural endorsement of self-protective leadership. PERSONALITY AND INDIVIDUAL DIFFERENCES, 63(November), 106–111. https://doi.org/10.1016/j.paid.2014.01.061

KPK. (2006). Memahami Untuk Membasmi. Jakarta: KPK.

Lu’mu Taris, M. R. (2016). Implementasi Media Pembelajaran Anti Korupsi Berbais Gender Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran di SD. Jurnal Penelitian Pendidikan INSANI, 19(2), 100–107.

Marwah Abdulkareem Mahmood, Yizhuang Tian, K. A. A. (2018). How Corruption Affects Economic Growth : Perception of Religious Powers for Anti- corruption in Iraq How Corruption Affects Economic Growth : Perception of Religious Powers for Anti-corruption in Iraq (pp. 1465–1474). Singapore: Springer International Publishing AG. https://doi.org/10.1007/978-3-319-59280-0

Mattoni, A. (2017). From Data Extraction to Data Leaking: Data-activism in Italian and Spanish anti-corruption campaigns. Partecipazione e Conflitto, 10(3), 723–746. https://doi.org/10.1285/i20356609v10i3p723

McKlveen, J. M., Myers, B., & Herman, J. P. (2015). The Medial Prefrontal Cortex: Coordinator of Autonomic, Neuroendocrine and Behavioural Responses to Stress. Journal of Neuroendocrinology, 27(6), 446–456. https://doi.org/10.1111/jne.12272

Mourao, L. (2016). Neuroscience: A New Model For Anticorruption Police?

Muntomimah, S. (2017). Model Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Pondok Pesantren Al Hikam Kota Malang. JIP, 7(1), 43–51.

Mustakim, M. (2013). Wawasan Al-Quran tentang Pendidikan Anti Korupsi. Jurnal Ilmu Tarbiyah “At-Tajdid,”2(1).

Nownes, A. (2017). Lobbying: The preconditions of an anti-corruption promise. Anti-Corruption Resource Centre (Vol. 4). Australia.

Nurdiyansyah. (2015). Model Social Reconstruction Sebagai Pendidikan Anti – Korupsi Pada Pelajaran Tematik di Madrasah Ibtida ’ iyah Muhammadiyah 1 Pare Nurdyansyah. HALAQA: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 14(1), 13–22.

Pasiak, T. (2009). Unlimited Potency of the Brain: Kenali dan Manfaatkan Sepenuhnya Potensi Otak Anda yang Tak Terbatas. Bandung: Mizan Bandung. Retrieved from http://mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&id=2629

Pasiak, T. (2016). Tuhan Dalam Otak Manusia : Mewujudkan Kesehatan Spiritual Berdasarkan Neurosains. Mizan, Bandung.

Qiao, Z., Training, P. D. C., & Email, B. (2017). Chinese Anti-Corruption Policy Choices in a Transitional Stage. Journal of Postdoctoral Research, 5(7), 9–18.

Rahmat, J. (2006). SQ For Kids. Bandung: Mizan.

Rasyidi. (2015). PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Jurnal Tamaddun Ummah, VOL. 01 NO(1), 1–12. Retrieved from http://www.iaitfdumai.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/Rasyidi-M.Pd_.I.pdf

Revita, I. (2016). Pendidikan Anti Korupsi dalam Pencegahan Aktifitas Women Trafficking di Indonesia. Jurnal Al-Ta’dib, 9(1), 60–75.

Robert Sylwester. (2012). Memahami Perkembangan & Cara Kerja Otak Anak-anak. Jakarta: Indeks. Retrieved from Memahami-Perkembangan-%26-Cara-Kerja-Otak-Anak-anak.html

Saha, S. (2015). Perkembangan Penulisan Tafsir Al-Qur ’ an di Indonesia Era Reformasi. Jurnal Lektur Keagamaan, 13(1), 59–84.

Salim, A. (2014). Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah. Cindekia, 12(1), 33–48.

Sandri Justiana, Roto Priyono, E. M. (2017). Using Board Games as Anti-Corruption and Integrity Learning Media. Journal of Game, Game Art, and Gamification, 02(02), 177–179.

Siswandi, N. A. W. (2018). Manajemen Program Kegiatan PAUD Berbasis Otak Kanan. Awlady: Jurnal Pendidikan Anak, 4(1), 98–118.

Siswanta, J. (2017). Pengembangan Karakter Kepribadian Anak Usia Dini ( Studi Pada PAUD Islam Terpadu Di Kabupaten Magelang Tahun 2015 ). Inferensi, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 11(1), 97–118.

Siti Ekowati Rusdini, Maman Rachman, E. H. (2016). Pelaksanaan Internalisasi Kejujuran dalam Pendidikan Antikorupsi di SMP Keluarga Kudus. Journal of Educational Social Studies, 5(1), 24–32.

Suadu, F. (2016). Neuron To Nation, Narasi Pembangunan Bangsa Berbasis Mental (Otak) Manusia. Gorontalo: Avicena.

Suparni. (2016). Metode Pembelajaran Membaca Doa Berbasis Multimedia Untuk Anak Usia Dini, 2(1), 1–8. Retrieved from http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ijse/article/view/668

Sutrisno, M. M. (2017). Pengembangan Modul Pendidikan Anti Korupsi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 4(1), 55–66.

Suyadi. (2015a). Aku Pahlalwan Kejujuran; Seri Pendidikan Anti Korupsi Untuk SD/MI; SMP/MTs & SMA/MA/SMK. Yogyakarta: Andi Ofset.

Suyadi. (2015b). Dasar-Dasar Pemikiran Menuju Ilmu Neurosains Pendidikan Islam. Yogyakarta: Sunan Kalijaga State Islamic University.

Suyadi. (2016). Teori Pembelajaran Anak usia Dini Dalam Kajian Neurosains. Bandung: Remaja Rosdakarya. Retrieved from http://www.bukukita.com/Orang-Tua-dan-Keluarga/Psikologi-&-Pendidikan-Anak/129444-Teori-Pembelajaran-Anak-usia-Dini-Dalam-Kajian-Neurosains.html

Suyadi dan Maulidya Ulfa. (2013). Konsep Dasar PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya. Retrieved from https://www.tokopedia.com/bukukita/konsep-dasar-paud-oleh-suyadi-dan-maulidya

Taja, Nadri dan Aziz, H. (2016). Mengintegrasikan Nilai-Nilai Anti Korupsi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XIII, 39–51. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/117196-ID-mengintegrasikan-nilai-nilai-anti-korups.pdf

Taufiq Pasiak. (2008). Revolusi IQ/EQ/SQ : Menyingkap Rahasia Kecerdasan Berdasarkan Al-Quran dan Neurosains Mutakhir. Bandung: Mizan Bandung. Retrieved from http://www.bukukita.com/Agama/Islam/57846-Revolusi-IQ-EQ-SQ-:-Menyingkap-Rahasia-Kecerdasan-Berdasarkan-Al-Quran-dan-Neurosains-Mutakhir

Taufiq Pasiak. (2012a). Antara ‘Tuhan Empirik’ dan Kesehatan Spiritual. In Taufiq Pasiak (Ed.), book section. Yogyakarta: Centre for Neuroscience, Health and Spirituality [C-NET].

Taufiq Pasiak. (2012b). Pendidikan Karakter sebagai Pendidikan Otak. In Mengatasi Masalah Narkoba dengan Welas Asih. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Retrieved from http://lms.bpkpenaburjakarta.or.id/SMAKGS/index.php?p=show_detail&id=7881

Tim Penyusun Kementerian Agama RI, L. (2016). Tafsir Ilmi, Mengenal Ayat-Ayat Sains dalam Alqur’an. Jakarta: PT Widya Cahaya.

Todora Rogelja, M. A. S. (2017). Structural power in Serbian anti-corruption forest policy network. Forest Policy and Economics, 82(June), 52–60. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2017.05.008

Umam, M. H. (2013). Pandangan Islam tentang Korupsi. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 3, 462–482.

Zulfitria. (2016). Pembelajaran Tahfidz Al-Quran Dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini (PAUD). Darul Ilmi Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Volume 1 N, 35.




DOI: http://dx.doi.org/10.18326/infsl3.v12i2.307-330

StatisticsArticle Statistic

This article has been read : 146 times | PDF file viewed : 106 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                                     

Creative Commons License

INFERENSI by http://inferensi.iainsalatiga.ac.id/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INFERENSI IAIN SALATIGA p-ISSN: 1978-7332, e-ISSN:2502-1427

Indexed by: